Latest Updates
Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts
Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts

Kita Harus Belajar Dari Orang Ini

Seorang pedagang Es Dawet ayu, setiap hendak berjualan saya lihat selalu berhenti di depan Masjid Nurul Mahmud Gayamsari. Setelah diamati ternyata pedagang ini memang rajin beribadah, terutama sholat duha. Jadi orang ini sebelum berjualan, dia menyempatkan diri sebentar untuk melaksanakn sholat duha. Saya sangat kagum terhadap orang ini, walau hanya sebagai seorang pedagang es dawet ayu, akan tetapi dia dekat dengan sang khalik, terbukti selalu shalat duha setiap hendak berjualan es dawet. Orang ini sangat menginspirasi saya, bisa jadi orang yang seperti ini adalah orang yang mulia di sisi Allah, karena beliau dekat dengan Allah.
Keutamaan shalat dhuha, orang yang melakukan dua rakaat tercatat sebagai orang yang tidak lalai, orang yang melakukan empat rakaat sebagai ahli ibadah dan gemar melakukan hal-hal kebaikan, orang yang melakukan enam rakaat akan terjaga dari perbuatan dosa sepanjang hari itu, orang yang melakukan delapan rakaat tercatat sebagai orang-orang taat dan sukses, orang yang melakukan dua belas rakaat akan dibuatkan rumah indah didalam surga.

Mempeng Ngaji

"Sing penting ngaji. Senajan anake wong ngarit nek gelem ngaji yo pinter. Anake wong ngalim ra gelem ngaji yo ra pinter. Sing penting ngaji sing temenan".
(Yang penting mengaji. Biarpun putra seorang tukang sabit jika mau mengaji, dia akan pinter. Putra orang berilmu jika tidak mau mengaji, tidak akan pintar. Yang penting mengaji yang sungguh-sungguh). dawuh KH.Abdul Karim (Pendiri Ponpes Lirboyo 1856-1954).
"Kita harus belajar yang sungguh-sungguh, jangan membanggakan keturunan." Pesan KH.Marzuqi Dahlan (Penerus Pesantren Lirboyo 1906-1975).
Kalimat diatas sangat menyentuh hati para pembaca tentunya, semoga dengan hal ini bisa memotifasi semangat putra-putri kita untuk tetap bisa menimba Ilmu agama. Karena Ilmu agama pada dasarnya sangat penting untuk pembentukan watak anak kita.

Permohonan Untuk Para Ayah dan Ibu

Permohonan Untuk Para Ayah dan Ibu
Dizaman semakin banyaknya anak yang tidak patuh seperti saat ini, orang tua hendaknya membantu putra-putrinya agar bisa berbakti kepada orang tua. Jangan justru melakukan hal-hal yang bisa berpotensi membuat anak berani kepada orang tuanya.
Caranya dengan tidak memerintahkan hal-hal yang sulit untuk dikerjakan dan jangan menuntut sesuatu yang terlampau tinggi kepada anak. Semua itu bisa terlaksana jika setiap orang tua memahami karakter, kemauan dan bakat anaknya.
Jika orang tua mau melakukan, berarti dia telah menyelamatkan putra-putrinya dari dosa berani kepada orang tua dan derita siksa di dunia dan akherat.
apalagi Rasulullah pernah bersabda yang artinya:
"Allah memberikan rahmatnya kepada orang tua yang membantu anaknya untuk bisa berbuat baik padanya."
Perlu diingatkan juga, sebagai orng tua jangan mudah-mudah mendoakan buruk pada anaknya yang tidak berbakti. Itu anak membuat si anak sengsara di dunia dan akherat.
Doa oorang tua, lebih-lebih seorang ibu, sangat mudah dikabulkan oleh Allah.
Demi keselamatan anak, sebagai orang tua hendaknya bijaksana dalam mengambil sikap dan tindakan.

Anakku Lebih dewasa Dibandingkanku!

Pada suatu malam, seorang pria yang baru selesai bekerja masuk ke dalam rumah. Dia dikejutkan dengan suara isak tangis anak laki-lakinya yang akan beranjak dewasa. suara itu berasal dari kamar sang anak laki-laki. Pria itu langsung masuk ke dalam kamar dan menemukan anaknya menangis tersedu-sedu.
"Mengapa kamu menangis? tanya sang ayah.
Setelah mengatur napasnya, sang anak laki-laki menjawab, "Tetangga kita, Kakek Ahmad meninggal dunia tadi pagi."
Sang ayah berdecak merendahkan. "Tua bangka itu telah mati? Ya sudah, biarkan saja dia mati, apa urusanmu sampai kau menangisinya? Dasar anak bodoh!" ujar sang ayah dengan suara tinggi, kemudian menyambung lagi, "Aku pikir sudah terjadi bencana di rumah ini hinga kau menangis. ternyata kau hanya menangisi kakek tua itu. Bisa-bisa setelah aku mati nanti, kamu tidak akan menangis seperti saat ini. Dasar anak dungu!"

Sang anak berlinang air mata sambil memberanikan diri menatap ayahnya dengan pandangan tidak percaya. Bagaimana bisa kata-kata itu keluar dari bibir ayahnya senidiri. "Iya ayah, kelak aku tidak akan menangisi kepergian ayah seperti aku menangisi kepergiannya.. Dialah yang menuntun tanganku untuk shalat subuh berjamaah dan shalat jum'at. Dialah yang membuatku sadar bahwa teman-teman bergaulku memberi pengaruh yang buruk. Dari dialah aku belajar membaca Al-Qur'an," ujar sang anak dengan air mata yang masih berlinang.
Anak laki-laki itu mengucapkan semua kata-katanya dengan halus, tanpa menaikan sedikitpun nada suaranya. "Sementara ayah, didikan apa yang telah ayah berikan padaku? Ayah memang ayahku secara biologis, tetapi Kakek Ahmad adalah ayah bagi keimananku. Hari ini aku menangisi kepergiannya karena dialah yang membuatku dekat dengan Allah SWT, lanjutnya dia sambil mengusap air mata yang tersisa.

Sebenarnya, hatinya terasa sakit mengucapkan semua itu, tapi itulah fakta yang dia rasakan selama ini. Saat itu, sang ayah diam. Ada rasa sakit dihatinya karena sang anak berani mengucapkan kata-kata itu. Tetapi sebuah fakta kadang lebih menyakitkan dibandingkan dengan sebuah kebohongan. Sang pria tahu bahwa apa yang dikatakan putranya adalah sebuah fakta. Benar bahwa dirinya selama ini tidak pernah mengajarkan amalan dan didikan tentang agama sebagaimana kewajiban orang tua pada anaknya. Pria itu akhirnya melelehkan air mata.

Bulir-bulir air itu menetes dipipinya. Dipeluknya anak laki-laki itu yang dia tidak sadari sudah lebih tinggi dan semakin dewasa. Dulu putranya masih begitu kecil, sekarang tinggi mereka sudah hampir sama. Dielusnya puncak kepala putranya, "Maafkan ayah" sejak malam itu, sang pria berjanji akan menjadi ayah yang baik.

Tidak hanya mencukupi materi, tetapi juga mencukupi kebutuhan sang anak akan keimanandan ketaqwaan pada Allah SWT. Dia tidak pernah lagi meninggalkan Salat Wajib dan Shalat Jum'at. Sekarang sang ayah sudah bisa menjadi ayah sejati untuk anak dan keluarganya.

Hidup Harus Berani Mengambil Resiko

Hidup Harus Berani Mengambil Resiko - Untuk mengetahui pengeruh keberanian mengambil resiko atau kesuksesan, dipilihlah 12 orang dengan background yang relatif sama untuk diteliti. Setelah diberi arahan secukupnya, mereka dimasukan dalam sebuah gedung yang agak gelap. Setelah berada di dalam gedung ketua tim peneliti menunjukan kepada mereka bahwa didepan mereka, disebrang kolam ada sebuah medali yabg terbuat dari emas murni.
"Untuk mendapatkan, Anda harus melewati jembatan gantung itu. Jika gagal dan jatuh ke bawah, anda akan beresiko patah tulang kaki atau tangan. Namun, jangan khawatir tim medis kami akan menolong anda jika ada masalah." ia menjelaskan lebih lanjut.
"Siapa yang berani mencoba lebih dahulu?" tantang ketua tim kepada 12 orang tersebut. Mereka saling pandang, berdiskusi dan saling berbisik. Namun sayangnya, tidak ada yang berani mengajukan diri untuk mencoba. Setelah ditunggu, belum ada juga yang mengajukan diri. Melihat itu, ketua tim kembali bertanya,"Ayo, siapa yang berani mencoba?"
Tiba-tiba seorang dari mereka maju dan langsung dan mencoba. Dengan berani dan hati-hati, ia meniti jembatan tersebut. Akhirnya dia berhasil dan dengan bangga menunjukan mendali emas itu. Setelah itu, ketua tim peneliti menghidupkan beberapa bola lampu, ia membawa para peserta mendekati kolam tersebut. Ternyata dibawah jembatan itu telah dipasang jaring yang transparan.
Ketika ditawarkan lagi, akan mendapatkan hadiah hiburan. Hanya tiga orang yang maju ke depan. Dengan langkah hati-hati, mereka berhasil melewati jembatan gantung tersebut dan mendapat hadiah hiburan dari ketua tim peneliti.
Kemudian peserta sisanya bertanya,"Pak, apakah jaring itu cukup kuat untuk menahan beban orang?"
"Ia cukup menahan sampai lima puluh orang sekaligus," jawab ketua tim peneliti. Kemudian ia menyambung "Sayangnya kesempatan sudah tidak ada lagi".
Kisah tersebut bercerita tentang peluang dan kesempatan. Dalam pekerjaan, apapun yang kita lakukan mesti ada resikonya. Seorang pemimpin perusahaan menolak untuk menciptakan produk baru karena takut tidak laku.
Pedagang tidak mau berjualan telur ayam karena takut  telurnya akan banyak yang pecah, atau orang tidak mau menjadi supir angkot karena takut kecelakaan. Setiap yang kita lakukan mengandung resiko yang berbeda-beda. Bahkan jika tidur terlalu lamapun akan ada efek samping atau resikonya bagi tubuh.
Karena itulah penulis paparnak kisah diatas. Resiko itu adalah bumbu kesuksesan. Jika kita ingin sukses, maka bersiaplah menghadapi resikonya. Jika ada peluang, maka hadapi dan berusaha sekuat tenaga. Jangan mau angkat tangan sebelum berperang! Apapun hasilnya, hal yang terpenting adalah kita mau mencoba dan tidak menjadi pengecut. Tapi ingat juga, resiko masih bisa diminimalisir bukan?

Abaikan Ajakan Nafsu

Di Mesir pernah ada seorang Rahib Yahudi yang terkenal memiliki kemampuan luar biasa. Ia sanggup mengetahui hal-hal gaib dan membaca pikiran orang lain. Mengetahui hal ini, seorang ulama merasa khawatir. Dan ia takut nantinya akan banyak umat islam yang goyah imannya dan berindah agama yahudi. Ulama tersebut akhirnya merencanakan pembunuhan pada rahib Yahudi itu.
Di hari yang telah direncanakan, sang ulama mendatangi rumah rahib dengan membawa sebilah pisau dulumuri racun paling mematikan yang diselipkan dibalik pakaian.
Saat ulama mengetuk pintu rumah rahib, terdengar usara dari dalam.
"Sigkirkan pisau yang kamu bawa! Wahai ulamanya Orang Islam."
Sonta kaget bukan kepalang ulama kita. Dia segera menyingkirkan pisau yang dibawanya. Dia kemudian dipersilahkan masuk oleh rahib.
Ulama Islam bertanya kepada rahib yang telah terbukti 'sakti' itu, "denan apa anda bisa memiliki kemampuan hebat seperti ini?" "Dengan tidak menuruti keinginan nafsu." jawab rahib. "Apakah anda bersedia memluk agama Islam?" tanya ulama itu lagi.
Diam sejenak, sang rahib kemudian menjawab, "Ya, Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasuluh."
Kaget bercmpur heran ulama islam itu, ditawari menjadi muslim rahib Yahudi itu setuju tanpa pikir panjang dan bertanya tentang Islam sama sekali.
"Apa yang membuat anda bersedia masuk Islam?"
"Aku tawarkan Islam pada nafsuku. Dan nafsuku menolak. Sehingga aku harus menentag keinginan nafsuku." jawab rahib dengan mantap
Dikutip dari kitab Majalis As Saniyyah.
Sumber: Buku Petuah Bijak Hal.51.

Cerita Antara Tukang Cukur VS Seorang Santri

Cerita Antara Tukang Cukur VS Seorang Santri
Berikut ini adalah cerita yang sangat menarik untuk bisa di ambil hikmah dan maknanya bagi kita semua.
Satu hari, ditempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Kebetulan yang dicukur itu zaid, seorang alumni sebuah pesantren ternama.
Kian lama obrolan dua orang itu kian hangat saja. Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur yang "abangan" itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.
"Kalau menurut saya, Tuhan itu tidak benar-benar ada,"tukang cukur memulai. 
"Loh, kok bisa mengatakan seperti itu?" Zaid mengejar tanya. "Ya lihat saja kehidupan ini mas, banyak orang yang hidupnya nelangsa, penuh masalah, ribet semrawut, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai bunuh diri. Katanya Tuhan itu maha Pengasih yang bakal menolong sertai hambanya,. Nah buktinya mana?"
Hmm. Zaid terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan lantaran tak mampu, tapi Zaid tengah mencari jawaban yang pas buat si tukang cukur. Dia teringat benar pesan Kiyainya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawn bicaranya.
Hingga beberapa lama , Zaid belum juga angkat bicara. Si tukang cukur hampir menyelesaikan tugasnya. Tiba-tiba Zaid melihat seorang tengah duduk diluar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan. Seberkas Ide pun mengalir di kepala Zaid.
"Nah, Pak, kalau anda mengatakan Tuhan itu tidak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tidak ada."
"Loh, gimana sih, wong saya itu ada disinni" tukang cukur tak mengerti.
"pokoknya saya yakin kalau tukang cukur itu tidak ada" Zaid ngeyel.
"Kalau tukang cukur itu ada, lah kok masih ada orang yang rambutnya berantakan," jawab Zaid sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.
"Anda ini dimana sh, dia yag disana itu maksudnya, kalau dia rambutnya berantakan, ya sebab tak mau datang ke tempat ini, coba kalau kesini, pasti saya rapikan," sergah Tukang Cukur.
"Nah, seperti itu juga pak, kalau ada orang yang ditumpuk masalah dan hidupnya begitu ribet, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab pemilik masalah itu tak mau datang, berserah diri, memohon ampunan dan pertolongan, Allah pasti menolongnya," jawb Zaid mantap. Sang tukang cukur pun terdiam seribu bahasa. Skak matt.
Dikutip dari situs nuonline.
Sumber:http://islamicahaya.blogspot.co.id/2017/03/santri-vs-tukang-cukur.html

Siapa orang yang Istimewa Itu?

Syaikh Abdurahman Ba Jalhaban memiliki seorang istri yang tidak patuh dan berahlak buruk. Cacian, makian dan piring terbang selalu dihadapi dengan sabar oleh beliau.
Suatu ketika Syaikh Abdurahman Ba Jalhaban bepergian menuju  suatu tempt yang jauh. Beliau berjumpa dengan dua orang laki-laki asing yang punya tujuan sama. Syaikh Abdurahman Ba Jalhaban meminta agar diizinkan bergabung dalam melakukan perjalanan bersama. Dua orang itu menyetujui, dengan syarat masing-masing dari tiga orang itu harus menyediakan makanan secara bergantian. Beliau menyetujui syarat itu. Tanpa saling mengenalkan diri, mereka berjalan melanjutkan perjalanan.
Pada saat giliran mencari makanan oleh dua orang lelaki, keduanya melaksanakan sholat da berdoa. Tiba-tiba turunlah makanan dari langit. Syaikh Abdurahman takjub dengan apa yang dilihatnya.
Saat tiba giliran untuk mencari makanan, beliau bingug mau cari dimana?
Akhirnya beliau melaksanakan sholat dan berdoa dan bertawasul dengan orang yang disebut namanya. Karena tidak tahu namanya, beliau hanya menyebut tawasulnya dengan naman yang sama yang ditawasuli dua orang sahabatnya.
Tidak selang lama, jatuh makanan dari langit. Bahkan jumlahnya melebihi dibandingkan dengan makanan dua orang sahabatnya.
Dua orang sahabantnya juga tak kalah heran. Karena penasaran, keduanya bertanya.
"Kepada siapa anda bertawasul?"
"Aku tidak akan memberitahu kalian kepada siapa aku bertawasul sebelum kalian memberitahukan dulu kepada siapa kalian bertawasul?'' Syaikh Abdurahman berkata.
"Kami bertawasul dengan Syaikh Abdurahman Ba Jalhaban. Beliau memiliki kedudukan tinggi disisi Allah. Karena kesabarannya yang luar biasa terhadap peringai buruk istrinya." kata dua orang asing itu.
Syaikh Abdurahman kaget mendengarkannya.  Beliau memutuskannya segera pulang ke rumah dan membatalkan rencana ke tempat yang akan dituju.
Kisah yang baru saja dialami beliau diceritakan kepada istrinya. Istrinya akhirnya bertaubat dari erilaku buruknya.

Hikmah dibalik kesulitan

Dikisahkan ada dua malaikat berjumpa saat turun dari langit. Terjadilah percakapan diantara keduanya, "Aku berada didunia karena menjalankan sebuah perintah yang mengherankan. Allah memerintahkanku untuk menumpahkan segelas minuman yang sangat diinginkan oleh salah seorang wali Allah yang sedang sakit parah dan sekarat menjelang kematian. Padahal dia bertahun-tahun sangat rajin beribadah kepda ALlah. Aku meninggalkannya dalam keadaan dia akhirnya menghembuskan nafas terakhir tanpa sempat mereguk nikmatnya minuman yang sangat diinginkannya".
Malaikat yang satunya berkata, "Aku didunia diperintahkan untuk menjalankan misi berkebalkan dari yang diperintahkan kepadamu. Ada orang kafir yang sangat menginginkan menyantap satu jenis ikan. Padahal ikan itu hanya hidup diaut yang dipisahka tujuh samudra dengan empat orang kafir itu berada. Allah memerintahkanku untuk kemudian aku memasukan ke dalam jaring seorang nelayan yang akan menyerhkan kepada orang kafir itu.Orang kafir tersebut telah mengumumkan kepada para nelayan, brang siapa yang bisa membawa ikan dengan ciri yang diasebut, maka dia akan menggantinya dengan uang melimpah. Akhirnya aku bawa ikan tersebut dan aku letakan dijaring seorang nelayan, yang menyerahkan kepada orang kafir itu".
Kemudian turun lagi seorang malaikat dari langit. Dia berkata kepada dua malaikat tadi yang sedang bercakap-cakap.
"Tidak perlu kalian heran! Allah memerintahkanku untuk menjelaskan kisah dua orang manusia yang kalian datangi. Wali Allah ituu telah melakukan satu maksiat. Allah menghalangi dia menikmati apa yang sangat dia inginkan, supaya pahala dari perasaan susahnya dapat melebur dosa maksiat yang telah dilakukan. Sehingga diakherat kelak dia tidak memiliki dosa lagi.
Orang kafir yang menginginkan ikan  pernah melakukan kebaikan semasa hidupnya. Saat menginginkan sesuatu, Allah memberikannya. Sebagai balasan kebaikan di dunia. Supaya di akherat dia tidak memiliki kebaikan saat masuk neraka untuk selamanya.*)
***
Jangan merasa tenang karena masih selamat melakukan keburukan selama 50 tahun. Hukuman dan kehinaan setelah tutup usia itu lebih parah.
Kadang, hikmah dibalik petka dn kesulitan baru kita pahami setelah waktu lama. Karena itu ingatlah, jangan mengeluh dulu ketika ada hal yang tidak seperti harapanmu.
Saat keinginan kita tidak terwujud kita tetap harus bersabar dan tetap berbaik sangka kepada Allah. Kita tidak tahu hakikat dan hikmah yang sebenarnya. Bisa jadi itu menjadi AMAL KEBAIKAN yang akan kita tuai di akherat atau PELEBUR DOSA maksiat yang kita lakukan.
Dikutip dari kitab Tuhfatul Asyraf jus 2 Hal.111.

Setelah Baca Ini, Ada Yang Masih Ingin Korupsi?


Sahabat Abi Rafi' bercerita suatu ketika aku berjalan bersama Rasulullah. Ketika melewati areal pemakaman, Rasulullah tiba-tiba berkata, "Sungguh malangnya dirimu, sungguh malangnya dirimu." Karena heran spontan beliau berkata seperti itu, aku lantas bertanya, "Kepada siapa anda berbicara, wahai Rasulullah?" "Kepada seseorang yang dikuburkan disini. Aku utus dia ke kabilah Bani Salim untuk mengumpulkan zakat, ternyata dia memakan dari harta zakat itu satu butir kurma." "Kemudian apa yang terjadi?" "Aku saat ini melihat satu butir kurma itu berkobar api dan masuk ke perutnya."
*****
Ini adalah akibbat memakan satu butir kurma yang diambil dari harta orang kaya yang berkewajiban zakat, bagaimana jika yang diambil uang ratusan juta dari harta negara yang hakikatnya adalah milik rakyat?

Dahsyatnya Sholawat

Suatu waktu seorang Ibu sowan kepada Imam Hasan Bashri. Ibu tersebut kemudian menyamoaikan maksud kedatangannya. "Putriku meninggal diwaktu usianya masih remaja. Aku ingin melihat keadaannya sekarang melalui mimpi. Aku datang kepada anda agar sudi kiranya mengajari cara supaya aku dapat melihat keadaan putriku di alam kubur".
Imam Hasan mengabulkan permintaan itu. Beliau kemudian mengajarkan cara agar bisa melihat seseorang melalui mimpi. Ketika si ibu berhasil melihat putrinya, dia sangat bersedih. Putrinya dilihat mengenakan pakaian beraroma busuk. Dilehernya terdapat belenggu besi. Kakinya terikat rantai yang sangat berat. Suatu pemandangan yang amat mengerikan. Ibu itu menyampaikan apa yang dilihatnya kepada Imam Hasan Bashri di sertai air mata kesedihan. Beliau juga ikut bersedih setelah mendengarnya.

Arti Sebuah Kejujuran

Arti Sebuah Kejujuran
Syaikh Abdul Qodir Jaelani mempunyai sebuah kisah menarik tentang kejujuran. Mari kita simak bersama.
Sejak anak-anak aku telah membiasakan diri bersikap jujur. Saat aku berangkat dari Makkah menuju Baghdad untuk menuntut ilmu, ibuku memberiku bekal sebanyak 40 dinar untuk kebutuhanku. Ibuku mengingatkanku agar senantiasa bersikap dan berkata jujur.
Saat aku dan rombongan kafilah tiba di daerah Hamdan, sekawanan perampok menghadang kami. Mereka merampas harta yang dibawa rombongan kafilah kami.
Salah satu diantara perampok lewat di depanku dan berkata, "Apa yang kamu bawa?" "40 dinar."jawabku. Orang itu mengira kalau aku telah membohonginya, sehingga ia membiarkanku begitu saja.

Cukup Pandangan Mata

Cukup Pandangan Mata
Ada seorang yang terkenal sebagai seorang wali besar bertamu ke seorang ulama. Untuk menjamu istimewanya, ulama tersebut menyiapkan hidangan beraneka ragam dengan porsi lebih. Padahal tamunya hanya satu orang. Wali besar itu mengomentasi tuan rumah yang dinilai berlebihan. "Kenpa anda menyiapkan hidangan untukku begitu banyak? "Semua ini melebihi yang aku butuhkan."
"Ya, kami tahu makanan yang kami siapkan melebihi yang anda butuhkan. Tetapi maksud kami, agar pandangan mata anda pda makanan-makanan ini menjadikan barokah. Selanjutnya akan kami bagi-bagikan pada keluarga, kerabat dan tetangga. Agar mereka semua mendapat barpkah anda." ungkap tuan rumah menjelaskan sikapnya.

Terima Apa Adanya

Suatu waktu Al'Atabi berjalan menyususri kota Bashrah, dilihatnya ada seorang wanita yang sangat cantik sedang bersendaugurau dengan seorang pria tua yang buruk rupa. Setiap si pria tua berbicara, wanita itu senantiasa mendengarkan dengan menebar senyuman paling mais. Dia seolah terlihat sebagai wanita paling bahagia didunia.
Al'atabi mendekati wanita itu lantas berkata, "Maaf mbak, Apa hubungan anda dengan pria ini?"
"Dia suamiku.""Bagaimana anda sanggup bersabar dengan suami yang bermuka sangat jelek padahal anda seorang dengan kecantikan luar basa?"
"Dia bisa mendapat istri sepertiku, semoga bisa bersyukur. Dan aku menjadi istri orang sepertinya, semoga aku bisa bersabar. Orang yang bersukur dan bersabar akan masuk surga. Kenapa aku tidak ridha dengan yang sudah diberikan Allah kepadaku?" jelas wanita itu sembari tersenyum.

Ini dia, kisah anak supir yang bisa melawan kemiskinan

Kisah ini sangat patut di tiru oleh anak-anak sekarang jika ingin berhasil. Sebagai orang tua pasti bangga memeiliki anak seperti ini. Seandainya saja di Indonesia remajanya pemikirannya seperti ini pasti tingkat kenakalan remaja akan semakin berkurang. Seperti yang saya kutip dari jpnn.com berikut ini ulasannya:
Seorang anak supir yang giat, gigih dan rajin serta tidak gengsian.
Meski dia usianya masih belia, pemikiran Putri sangat dewasa. Dia tahu apa yang harus dilakukan untuk orang tuanya. Saat ibunya sakit, dia suka jualan makanan seperti bakmi dan jualan es titipan guru ngajinya.

Dia sangat beruntung, karena teman-teman Putri sangat tahu kondisi anak sopir truk itu. Dagangan yang dibawa Putri pun selalu habis dibeli oleh teman-temannya.

Jagung

Jagung
Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai
rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.
"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda?  Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang

wartawan.

Kisah Zunairah "Siksa Itu Kurnia"

Kisah Zunairah "Siksa Itu Kurnia"
Zunairah adalah budak berlian yang cantik dan menjadi kesayangan majikannya, Abu Jahal. Ia bangga dengan budaknya ini karena setia penurut sekali. Namun, alangkah herannya Abu Jahal melihat perubahan sikap Zunairah akhir-akhir ini. Sangat sulit budak ini diajak bercanda dan seringkali menyendiri. Setelah di selidiki, betapa murkanya Abu Jahal. Ternyata, Zunairah telah menjadi pemeluk agama baru yang disebarkan oleh keponakannya sendiri, Muhammad.
"Kurang ajar!" teriak Abu Jahal dengan berang. "Ada apanya si gila itu, sampai budak cantik kesayanganku tergiur kepada ajarannya? Hai, seret Zunairah ke sini!" perintahnya kepada anak buahnya.

Contoh Kisah Teladan untuk Para Perempuan

Contoh Kisah Teladan untuk Para Perempuan


" AGAR SURGA TERBUKA PINTUNYA"
Pada suatu hari fatimah bertanya kepada Rosul, siapakah perempuan yang bakal masuk surga pertama kali. Ia menjawab, seorang wanita yang bernama Mutiah. Fatimah terkejut, ternyata bukan dia seperti yang dibayangkan. Mengapa orang lain, padahal ia adalah putra Nabi?
Karena timbul keinginannya untuk mengetahui siapakah Mutiah itu. Apakah gerangan yang diperbuatnya sampai mendapat kehormatan yang begiti tinggi?
Sesudah meminta izin kepada suaminya, Ali bin Abi Thalib, Fatimah berangkat mencari rumah Mutiah. Putranya yang masih kecil Hasan, menangis ingin ikut. Maka digandengnya Hasan.
Tiba d rumah Mutiah, Fatimah mengetuk pintu dan memberi salam, "Assalamu'laikum...!" 
"Alaikumsalam! Siapa diluar?" terdengar jawaban yang lemah lembut dari dalam. Suaranya cerah dan merdu.

NENEK KERIPUT, PEMINTA-MINTA DAN RAMBUT GONDRONG


Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi Muhamad SAW. Dengan sedih dan kuatir ia berkata, "Ya Rasulalloh, apakah saya dapat masuk surga?"
Nabi mengerutkan kening, lalu dengan suara sungguh menyesal dia menjawab, "maaf, Nek, di surga tidak ada orang tua."
Maka nenek-nenek itu pun menangis tersedu-sedu menyesali nasibnya sebagai orang tua. Tetapi Nabi cepat menyambung ucapannya, "Maksud saya bukan Nenek tidak akan masuk surga".
"Jadi?" Nenek bakal masuk surga, tetapi nenek disana akan jadi muda lagi," ucap nabi melegakan.

AKU PUNYA BAPAK LAGI


Kisah Inspirasi: Muliakan Anak Yatim

Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Umat islam di Madinah merayakan hari bahagia itu dengan mengumandangkan takbir dan tahmid. Mereka telah memenagkan perang melawan hawa nafsu; sebulan penuh mereka telah menjalankan ibadah puasa ramadhan.
Dengan pakaian yang paling bagus Nabi bergegas berangkat dari rumahnya menuju ke lapangan untuk menunaikan jamaah Idul Fitri. Masyarakat telah berjejal menunggu kedatangan Rosululloh.
Di sepanjang jalan, anak-anak kecil berlari-larian dengan suka cita karena lebaran telah tiba. Pakaian mereka bagus-bagus, dan wajah mereka cerah semuanya. Tidak ada yang berduka cita. hari itu adalah hari gembira.
Akan tetapi, alangkah herannya Nabi tatkala menyaksikan di sudut sebuah bangunan tua, seorang anak kecil berpakaian butut tengah duduk menghadap dinding seraya menangis tersedu-sedu. "Nabi memandangi anak itu, lalu bertanya, "hai anakku, mengapa engkau menangis sendirian pada hari ini saat kita sedang bergembira ria?" Anak kecil itu tanpa menoleh untuk melihat siapa yang bertanya, langsung menjawab, "Bagaimana tidak menangis mereka memakai pakaian bagus sedangkan aku tidak". 

Obat Sipilis
Obat Raja Singa
Obat Kencing Nanah
Obat Gonore
Obat Herpes
Obat Kutil Kelamin
Obat Jengger Ayam
Obat Kondiloma Akuminata
Obat ketuat kemaluan
Obat panu Kadas kudis
Obat Gatal dan Eksim
Obat Kewanitaan
Obat Keputihan
Obat Perapet Vagina
obat Wasir
obat Ambeien
obat Ambejoss
Obat Kanker Herbal
obat kutil kelamin
Ciri gejala Sipilis
Obat Sipilis