Latest Updates
Showing posts with label Petuah Bijak. Show all posts
Showing posts with label Petuah Bijak. Show all posts

Kesalahan Robin Hood

Raden Said sangat geram pada kezaliman penguasa pada zamannya. Dia pun memutuskan untuk menjadi perampok bernama Brandal Lokajaya. Seperti Robin Hood di Inggris, dia menjarah lumbung-lumbung pemerintah, lantas membagikan isinya kepada rakyat yang tercekik pajak tinggi.
Suatu hari Lokajaya melihat kakek tua yang memakai tongkat berkilau. Karena tergiur, dia rebut tongkat itu hingga si pria sepuh tersebut terjengkang dan menitikkan air mata. Lokajaya kaget bukan kepalang. Tongkat ditangannya bukan emas, melainkan kuningan. Merasa menyesal, dia kembalikan tongkat itu sembari bertanya mengapa si kakek menangisi tongkat kuningan tersebut.
Sunan Bonang, kakek itu, berkata bahwa dirinya menangis bukan lantaran tongkat nya direbut. Sunan Bonang menitikan air mata karena tak sengaja mencabut rumput saat terjatuh. "Nyawa" rumput itu -katanya-sudah tercabut karena hal yang tidak berguna.
Dialog singkat itu menggetarkan Brabdal Lokajaya. Akhirnya dia menghentikan aksi perampokannya dan menjadi murid kakek kakektua itu. Selanjutnya ia dikenal sebagai Sunan Kalijaga.
Dalam dialog selanjutnya, Sunan Bonang menyebut jalan radikal yang ditempuh Raden Said tersebut salah. Perampokan atas nama pembelaan orang miskin itu seperti mencuci baju kotor dengan air kencing. Bukanya menjadi bersih, malah menjadi tambah pesing atau bau.
Kejahatan dan kemaksiatan meski dibungkus dengan motivasi dan niat baik tetaplah suatu keburukan.

Hikmah dibalik kesulitan

Dikisahkan ada dua malaikat berjumpa saat turun dari langit. Terjadilah percakapan diantara keduanya, "Aku berada didunia karena menjalankan sebuah perintah yang mengherankan. Allah memerintahkanku untuk menumpahkan segelas minuman yang sangat diinginkan oleh salah seorang wali Allah yang sedang sakit parah dan sekarat menjelang kematian. Padahal dia bertahun-tahun sangat rajin beribadah kepda ALlah. Aku meninggalkannya dalam keadaan dia akhirnya menghembuskan nafas terakhir tanpa sempat mereguk nikmatnya minuman yang sangat diinginkannya".
Malaikat yang satunya berkata, "Aku didunia diperintahkan untuk menjalankan misi berkebalkan dari yang diperintahkan kepadamu. Ada orang kafir yang sangat menginginkan menyantap satu jenis ikan. Padahal ikan itu hanya hidup diaut yang dipisahka tujuh samudra dengan empat orang kafir itu berada. Allah memerintahkanku untuk kemudian aku memasukan ke dalam jaring seorang nelayan yang akan menyerhkan kepada orang kafir itu.Orang kafir tersebut telah mengumumkan kepada para nelayan, brang siapa yang bisa membawa ikan dengan ciri yang diasebut, maka dia akan menggantinya dengan uang melimpah. Akhirnya aku bawa ikan tersebut dan aku letakan dijaring seorang nelayan, yang menyerahkan kepada orang kafir itu".
Kemudian turun lagi seorang malaikat dari langit. Dia berkata kepada dua malaikat tadi yang sedang bercakap-cakap.
"Tidak perlu kalian heran! Allah memerintahkanku untuk menjelaskan kisah dua orang manusia yang kalian datangi. Wali Allah ituu telah melakukan satu maksiat. Allah menghalangi dia menikmati apa yang sangat dia inginkan, supaya pahala dari perasaan susahnya dapat melebur dosa maksiat yang telah dilakukan. Sehingga diakherat kelak dia tidak memiliki dosa lagi.
Orang kafir yang menginginkan ikan  pernah melakukan kebaikan semasa hidupnya. Saat menginginkan sesuatu, Allah memberikannya. Sebagai balasan kebaikan di dunia. Supaya di akherat dia tidak memiliki kebaikan saat masuk neraka untuk selamanya.*)
***
Jangan merasa tenang karena masih selamat melakukan keburukan selama 50 tahun. Hukuman dan kehinaan setelah tutup usia itu lebih parah.
Kadang, hikmah dibalik petka dn kesulitan baru kita pahami setelah waktu lama. Karena itu ingatlah, jangan mengeluh dulu ketika ada hal yang tidak seperti harapanmu.
Saat keinginan kita tidak terwujud kita tetap harus bersabar dan tetap berbaik sangka kepada Allah. Kita tidak tahu hakikat dan hikmah yang sebenarnya. Bisa jadi itu menjadi AMAL KEBAIKAN yang akan kita tuai di akherat atau PELEBUR DOSA maksiat yang kita lakukan.
Dikutip dari kitab Tuhfatul Asyraf jus 2 Hal.111.

Semula Bermula Dari Impian

Seorang ulama besar bertanya kepada putranya yang masih kecil degan tujuan menanamkan dihatinya agar memiliki cita-cita yang tinggi.
"Anakku, kamu ingin menjadi seperti siapa kelak?"
"Aku ingin menjadi sepertimu, Ayah."
"Jangan-jangan. Tidak boleh kamu berkata seperti itu."
Sang anak tertegun kaget mendengar kata-kata ayahnya. Ingin menjadi ulama besar seperti ayahhandanya tidak diperbolehkan.
Ulama besar itu melanjutkan kata-katanya, "karena waktu kecil aku berharap bisa seperti Ali in Abi Thalib. Jika kamu ingin seperti ayahmu ini, berarti perbedaan antara ayahmu ini dengan dirimu kelak seperti perbedaan antara ayahmu dengan Ali bin Abi Thalib.*)
*****
Jika burung bisa terbang dengan mengepakkan sayapnya, maka seorang bisa terbang dengan cita-citanya.
Mari kita tanamkan kepada keluarga dan adik-adik kita agar memiliki cita-cita yang tinggi. Agar mereka bisa semangat dalam meningkatkan potensi diri dan mengisi masa depan muda kegiatan bermanfaat demi mengambil impian dan cita-citanya. Tidak dengan hura-hura memuaskan kesenangan diri.
*) Dikutip dari kitab Syarh Yaqut An Nafis juz 3 hal.156
Source: Buku Petuah Bijak dan Kisah Inspiratis Hal.48

Mengapa Oh Mengapa?

Seorang ahli hikmah berkata, "Dunia ini mengherankan. Tetapi aku heran manusia bisa terbuai di dalam lima hal ini:
  1. Aku heran pada seorang yang menumpuk kekayaan. Mengapa tidak disiapkan untuk hari saat dia sangat membutuhkan pahala?
  2. Aku heran dengan seorang yang banyak bicara. Mengapa dia menuruti keinginan nafsu, dan tidak mau berdzikir dan membaca al-qur'an?
  3. Aku heran pada seorang yang sehat dan menganggur tapi senantiasa makan di siang hari. Mengapa tidak berpuasa 3 hari dalam 1 bulan? Kenapa dia tidak berpikir faidah dari puasa?
  4. Aku heran pada seorang yang tidur diatas kasur empuk dan memejamkan mata sampai pagi. Kenapa tidak merenungkan keutamaan shalat 2 rokaat dimalam hari dan bangun malam?
  5. Aku heran pada orang yang berani pada Allah dengan melanggar larangan-Nya. Padahal dia tahu kelak akan menghadap-Nya pada hari kiamat. Kenapa dia tidak berpikir akibat dari perbuatannya*)
Diterjemahkan dari Tanbihul Ghofilin.

Permohonan Untuk Para Ayah dan Ibu

Di zaman semakin banyaknya anak yang tidak patuh kepada orang tua saat ini, orang tua hendaknya membantu putra-putrinya agar bisa  berbakti kepada orang tua. Jangan justru melakukan hal-hal yang bisa berpotensi membuat anak berani kepada orang tuanya.
Caranya dengan tidak memerintahkan hal-hal yang sulit untuk dikerjakan dan jangan menuntut sesuatu yang terlampau tinggi kepada anak. Semua itu bisa terlaksana jika setiap orang tua memahami karakter, kemauan dan bakat anaknya.
Jika orang tua mau melakukan, berarti dia telah menyelamatkan putra-putrinya dari dosa berani kepada orang tua dan derita siksa di dunia dan akherat.
Apalagi Rasulullah pernah bersabda yang artinya:
"Allah memberikan rahmatnya kepada orang tua yang membantu anaknya untuk bisa berbuat baik kepadanya".

TIDAK SEMUA PEMBERIAN HARUS DITERIMA

Khalifh Harun ar-asyid pernah menawarkan kemasyhuran dan kekayaan kepada Imam Malik. Sambil menyerahkan hadiah uang, khalifah berkata, "Sebaiknya anda ikut bersama kami bertempat tinggal di Baghdad. Aku punya rencana menytukan madzhab semua orang untuk hanya mengamil hukum dari kitab Muwatho'. Seperti halnya khalfah Utsman menyatukan umat Islam dengan satu mushaf"
Imam Malik menjawab, "Menyatukan Mdzhab dengan berdasarkan kitab Muwatho' itu tidak bisa. Karena setelah wafatnya Rasulullah, para sahabatnya telah tersebar di berbagai daerah. Mereka menyebarkan ilmu, berijtihad dan berfatwa. Setiap masyarakat masing-masing daerah memiliki ilmu sendiri. Rasululah sudah bersabda,"Perbedaan umatku adalah rahmat."

Satu Saja Cukup

Satu Saja Cukup
Ada seorang pengusaha dengan kekayaan yang melimpah ruah. Namun dia hanya memiliki satu mobil, satu rumah dan satu taman. Salah seorang anaknya bertanya, "Kenapa ayah tidak menambah jumlah mobil, satu rumah dan satu taman.
Salah seorang anaknya bertanya, "Kenapa ayah tidak menambah jumlah mobil, rumah dan taman? Bukankah anda mampu membelinya?"
"Aku bertanya kepadamu. Aku punya satu tubuh atau dua? Apakah aku mampu menaiki dua mobil di waktu bersamaan? Apakah aku bisa menikmati keindahan dua taman di waktu yang sama? Apakah aku bisa mendiami dua rumah pada satu waktu?"

Akal VS Syahwat

Allah menciptakan malaikat, dianugerahi Akal tanpa diberi syahwat.
Binatang diciptakan memiliki syahwat, tanpa memiliki Akal. Manusia diciptakan dengan dianugerahi keduanya. Jika akal seorang manusia sanggup mengalahkan syahwatnya, dia lebih baik dari malaikat. Namun, jika syahwat dalam dirinya mampu menundukan akalnya, amak hewan lebih baik darinya.

Obat Sipilis
Obat Raja Singa
Obat Kencing Nanah
Obat Gonore
Obat Herpes
Obat Kutil Kelamin
Obat Jengger Ayam
Obat Kondiloma Akuminata
Obat ketuat kemaluan
Obat panu Kadas kudis
Obat Gatal dan Eksim
Obat Kewanitaan
Obat Keputihan
Obat Perapet Vagina
obat Wasir
obat Ambeien
obat Ambejoss
Obat Kanker Herbal
obat kutil kelamin
Ciri gejala Sipilis
Obat Sipilis