Latest Updates
Showing posts with label Materi Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Materi Bahasa Indonesia. Show all posts

Contoh Teks Fiksi dalam bahasa Indonesia



Cici dan Serigala

Karya Lilik Choir

Sore itu tiga kelinci kecil, Cici, Pusi, dan Upi bermain bersama di tempat lapang di hutan. Tiba-tiba Cici melihat sesuatu tergeletak dalam bungkus plastik. “Hai teman-teman… lihatlah!” Cici berteriak sambil menunjuk ke arah bungkusan plastik. “Wah…..makanan teman- teman…,” teriak Upi.

“Asyik….sore ini kita makan enak…,” Pusi bersorak kegirangan. Cici mengambil kue itu, membuka bungkusnya dan tercium aroma harum dari kue itu. Tiba-tiba muncul niat liciknya.“Ah… pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa berbagi dengan mereka,” gumamnya dalam hati.

“Teman-teman sepertinya kue ini bekal Pak Tukang Kayu yang sering ke hutan ini, mungkin dia baru saja ke sini dan belum pergi terlalu jauh. Bagaimana jika ku susul kan kue ini, bukankah menolong orang juga perbuatan mulia?” Cici meyakinkan temannya. Raut kecewa tergambar di wajah Upi dan Pusi. Mereka gagal makan kue yang beraroma lezat itu. Cici berlari menjauhi temannya dan memakan kue itu sendiri.

Tiba-tiba…Bruuukk…!! “Aaahgg….tolooooong…,” Cici menjerit keras. Seekor serigala muncul dari balik semak dan langsung menerkam tubuh mungil Cici. PGSD-B.Indonesia | 71 Cici pun menangis dan terus berteriak minta tolong. Cici memutar otak mencari cara bagaimana agar ia bisa bebas dari cengkeraman serigala itu. Akhirnya, ia mendapatkan ide. “Pak Serigala, aku punya dua teman disana. Bagaimana jika

mereka kujemput ke sini supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi?” Cici berusaha mengelabui Serigala itu. “Baiklah, segera panggil mereka tapi aku harus ikut di beakangmu,” jawab Serigala. “Pelan-pelan saja ya, supaya meraka tidak mendengar langkah kakimu. Aku khawatir meraka akan lari ketakutan.”Cici

pun berlari ke arah teman-temannya yang ditinggalkan tadi. Sementara Serigala mengikutinya dengan langkah pelan. Menyadari hal itu, Cici berlari sekuat tenaga sambil sesekali memenggil temannya.

“Ups…..!”, kaki Cici tiba-tiba terasa ada yang menarik. Ia pun menjerit dan bahkan tidak berani membuka mata. “Jangan Pak Serigala…..Jangan makan aku, ampuni aku.” “Sst….., ini aku Ci,

bukalah matamu, ini Upi dan Pusi.” “Ayo cepat Ci…..” dengan rasa kebersamaan mereka pun akhirnya selamat. Napas mereka tersengal-sengal, keringatnya bercucuran. Cici menangis tersedu-sedu. “Hik…hik….maafkan aku teman-teman, aku bersalah pada kalian. Aku telah berbohong,” Cici akhirnya

menceritakan kejadian yang sebenarnya. Temannya tidak marah apalagi membencinya. Cici pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi. “Sudahlah Ci, kami memaafkanmu,” kata Pusi dengan

bijak. “Terima kasih kawan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi” jawab Cici dengan tulus. 

(Choir dalam Kosasih, 2019)

Penggunaan tanda titik dua dalam bahasa Indonesia Pelajaran kelas 6 SD

Perhatikan penggunaan tanda baca titik dua (:) di bawah ini!
Ratna : ”Me, sebentar lagi kita akan meninggalkan sekolah ini.”
Mei    : ”Iya, ya. Sebentar lagi kita tidak akan melihat senyum ramah Pak Roni dan sapaan lembut   
              Bu  Lidya.”
Ratna : ”Aku sedih, Me. Rasanya berat meninggalkan sekolah ini.” (tertunduk lesu dengan mata 
              berkaca-kaca).

Tanda baca titik dua (:) di atas digunakan sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Selain itu, tanda titik dua (:) juga digunakan sebagai berikut.
  1. Pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti pemerian atau rangkaian.
    Contoh: Rina membeli peralatan sekolah: buku, tas, pensil, penggaris, dan pulpen.
  2. Di antara bab dan ayat dalam kitab suci. Contoh: Surat Al Baqarah:11
  3. Dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
    Contoh:
    Ketua         : Edi Wuryanta
    Sekretaris  : Indri Widiastuti
    Bendahara : Evarina K.

Contoh Tugas membuat surat resmi

Contoh Tugas membuat surat resmi
Kerjakanlah latihan di bawah ini!
  1. Buatlah surat resmi kepada pegawai pemerintah di daerahmu. Misalnya, kepada kepala PLN, PDAM, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Puskesmas, Kepala rumah sakit, kepala PMI, atau siapa saja atas nama dirimu sendiri atau ketua kelompok. Isi surat bebas, boleh aduan, kritikan, saran, imbauan, atau harapan tentang pelayanan umum di lingkungan tempat tinggalmu!
  2. Tukarkan suratmu dengan surat temanmu. Suntinglah surat temanmu dari kelengkapan bagian-bagian surat, susunan kalimat, dan penggunaan ejaan serta tanda bacanya!
  3. Benahi suratmu berdasarkan suntingan temanmu!

Seperti kita ketahui  bagian-bagian surat itu ada tersendiri.
Dalam menulis surat resmi. Bagian-bagian surat resmi meliputi:
a. kop surat,
b. nomor dan hal surat,
c. tanggal surat,
d. alamat tujuan,
e. bagian pembuka surat,
f. bagian isi,
g. bagian penutup,
h. tanda tangan dan nama pengirim surat.

CARA MENGUBAH BENTUK PUISI KE DALAM PROSA

CARA MENGUBAH BENTUK PUISI KE DALAM PROSA - Kali ini kamu akan belajar mengubah puisi ke dalam bentuk prosa. Tahukah Kamu, bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut.
  1. Bacalah puisi berkali-kali hingga kamu paham akan isinya.
  2. Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis dalam tanda kurung.
  3. Ubahlah puisi (beserta kata-kata dan tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi) ke dalam bentuk prosa. Contoh:
Karangan Bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
siang tadi”.
                                       Karya: Taufiq Ismail

Dalam bentuknya yang seperti itu, sulitlah bagi kita untuk mengubahnya menjadi bentuk prosa atau memparafrasekannya. Dalam puisi tersebut terdapat bagian-bagian yang sengaja dihilangkan oleh pengarangnya. Tugas kita sekarang adalah mengembalikan bagian-bagian yang dihilangkan oleh pengarangnya tersebut. Mari kita tambah dengan kata-kata dan tanda baca yang sesuai.

Karangan Bunga
(Ada) tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu(,)
Datang ke Salemba
(pada) sore itu(.)

(Mereka berkata sambil menyerahkan sebuah karangan bunga(:)
”Ini dari kami bertiga(,)
Pita hitam pada (sebuah) karangan bunga(.)
Kami serahkan ini(,) sebab kami ikut berduka
bagi kakak (kami) yang ditembak mati
(pada) siang tadi”.

Setelah lengkap seperti itu, mudahlah bagi kita untuk mengubahnya menjadi bentuk prosa/memparafrasekannya. Parafrase puisi Taufiq Ismail tersebut kurang lebih sebagai berikut.

Pada suatu sore, datanglah tiga anak kecil ke Salemba dalam langkah malumalu. Mereka menyerahkan sebuah karangan bunga yang berpita hitam. Karangan bunga itu diserahkan sebagai tanda ikut berduka cita terhadap kakak mereka (orang yang mereka anggap sebagai kakak), yang telah ditembak mati pada siang hari itu.

Obat Sipilis
Obat Raja Singa
Obat Kencing Nanah
Obat Gonore
Obat Herpes
Obat Kutil Kelamin
Obat Jengger Ayam
Obat Kondiloma Akuminata
Obat ketuat kemaluan
Obat panu Kadas kudis
Obat Gatal dan Eksim
Obat Kewanitaan
Obat Keputihan
Obat Perapet Vagina
obat Wasir
obat Ambeien
obat Ambejoss
Obat Kanker Herbal
obat kutil kelamin
Ciri gejala Sipilis
Obat Sipilis