Latest Updates
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Contoh Penggalan Cerpen "Bendungan"


Bendungan. 
Lelaki Jepang itu menikmati malam minggu sendirian sampai muncul pelayan yang menawarkan seorang wanita yang mau menemaninya. Sesuai dengan tugasnya sebagai pramuria, wanita muda yang tidak bergelar sarjana itu mulai berbicara dengan kata-kata yang enak didengar. Diambilnya sebatang jarum dan diberikannya kepada wanita muda didepannya. Dia sendiri megambil sebatang. Dicarinya korek dari bajunya. Selembar surat jatuh dari saku nya. Surat dari istrinya yang belum sempat ia baca. Tiba-tiba lelaki itu ingat akan surat dari istrinya, lalu katanya, "Sebaiknya nona pulang sekarang!" Wanita itu memandanginya heran. "Pulang saja, ya?" katanya halus sambil menyisipkan amplop ke tangan perempuan itu.
Wanita itu bergegas pergi diikuti pandangannya.
Dicarinya surat yang dikirim istrinya sepuluh hari yang lalu dari Tokyo. Istrinya penuh perhatian dan selalu menghawtirkannya. Putra pertamanya, Keiko, sudah bersekolah di Kindergarten, sementara kandungan istrinya kian membesar.
*****
Nah sobat itulah contoh penggalan cerpen yang berjudul Bendungan, semoga bermanfaat yah!

Contoh Kutipan Novel "Masa Muda Masa Yang Indah"

Contoh Kutipan Novel "Masa Muda Masa Yang Indah"
Hari Senin, adalah sebuah hari yang terkadang membuat sebagian murid agak malas untuk berangkat lebih awal. Karena pada hari itu, seluruhnya tanpa terkecuali, baik para staf pendidik maupun para murid, diwajibkan mengikuti acara rutin upacara mingguan. Acara ini agak melelahkan karena dilaksanakan di lapangan terbuka dibawah sengatan matahari yang cukup terik dan dalam waktu yang lama, kira-kira setengah jam.
Di luar pagar sekolah, tampak beberapa murid yang terlambat. Mereka tidak diperbolehkan masuk  ke sekolah hingga upacara tersebut selesai. Meskipun mereka harus menunggu selama setengah jam, sepertinya tidak terlihat keletihan menghiasi wajah-wajah mereka. Dengan di selingi dengan canda dan tawa serta pembicaraan ringan, sepertinya mereka menikmati apa yang sedang mereka lakukan pada saat itu. Setelah kurang lebih setengah jam berlalu, tampak dari arah dalam sekolah keluar seorang guru dengan berpawakan sedang, berkacamata, dan berwajah agak tegang. 

Cerpen Sahabat "Cowok Cantik Itu"

Cerpen Sahabat "Cowok Cantik Itu"
Saya kenal Uke sejak kelas lima SD. Sejak Uke pindah ke sekolah ini. katanya, ia dari Yogyakarta. Waktu pertama kali melihat Uke, saya sempat ragu juga. Soalnya saya bingung, yang saya lihat ini cewek apa cowok, alias lelaki atau perempuan? Sebab wajah anak baru itucantik betul sih. Serta tubuhnya pun tidak setegap cowok lainnya.
Ternyata tidak cuma saya saja yang diliputi keragu-raguan. teman-teman yang lain juga begitu. Tapi kalau di lihat namanya, ia jelas cowok. nama Raden Uke bambang Prakoso, itu pasti nama anak laki-laki. Berarti keraguan kami sudah terjawab.

Cerpen "Aku Pilih Setia"

Cerpen "Aku Pilih Setia"
Disaat aku terbangun di pagi yang sangat  cerah. Dalam Benakku Hari ini mungkin hari bahagia dalam hidupku. Perkenalkan, namaku Dea Melinda. Biasa dipanggil Dea. Aku kelas XI IPA 2, di salah satu SMU di Jakarta.
Kilas Balik, Ini hari adalah hari dimana aku genap 1 tahun berpacaran dengan seorang cowo bernama Julham. Dia adalah sosok lelaki yang sempurna bagiku di mataku. Selama berpacaran dengan dia, aku merasa selalu bahagia.

Contoh Karangan Narasi Ekspositorik

Contoh Karangan Narasi Ekspositorik
DIANTARA PELUH DAN PELUIT
Saat itu aku tengah belajar, ketika aku mendengar suara pintu di ketuk. Setelah aku membukanya ternyata seorang teman ayah yang datang. Ia teman sekerja ayah, sama-sama tukang parkir. Kedatangannya malam it untuk mengantarkan  ayah pulang. Penyakit sesak napas menahun yang diderita ayah, tiba-tiba kambuh selagi dia bekerja. Lalu, Ayah diantarkan pulang dengan menumpang becak.

Contoh cerpen "Tamasya ke Masa Silam

Contoh cerpen "Tamasya ke Masa Silam



Liburan kali ini mungkin yang paling menarik dalam hidupku. Bapak akan mengajakku berkunjung ke desa kelahirannya. Aku menyebutnya "Tamasya ke Masa Silam". Sebab, kata Bapak, aku akan diajak ke tempat-tempat semasa Bapak kecil dulu.
Bapakku berasal dari sebuah desa kecil di pedalaman Purworejo. Desa Tambak Lor namanya. Untuk mencapai desa itu, kami harus naik bus jurusan Purworejo. Kemudian, naik angkot sampai Pantok. Disambung naik dokar melewati perkampungan sepanjang kira-kira tiga kilometer. Lalu dilanjutkan jalan kaki melewati pematang dan bukit-bukit kecil sepanjang dua kilometer.
"Kamu lelah, Rif?" tanya Bapak saat menyusuri pematang sepanjang tepian sungai yang jernih. Tangan bapak yang kokoh memanggul tas kulit berisi oleh-oleh untuk Nenek. 
"Lumayan lelah," kataku sambil menyeka keringat di dahiku. Tetapi aku menyukai perjalanan ini. Baru kali ini Bapak mengajakku sendiri tanpa Ibu.

Cerpen Persahabatan : Rambut Keriting Nina

Cerpen Persahabatan : Rambut Keriting Nina

Terdengar pintu kelas diketuk tiga kali, Ibu Mery mengehentikan penjelasannya, lalu ia berjalan untuk membuka pintu. Seorang penjaga sekolah datang dan tampak mengatakan sesuatu kepada Bu Mery. Ibu Mery memandang ke arah ku. Katanya ada seseorang yang ingin bertemu dengan ku di kantor. Aku mengeritkan dahi, ada yang ingin bertemu denganku? Siapa?
"Tanggung nih bu, sebentar lagi juga pulang. Nanti, biar saya temuin setelah pelajaran selesai," kataku sedikit beralasan.
"Sebaiknya kamu temuin dia sekarang, barangkali ada yang penting."
Aku mengangguk saja mendengarkan sarannya.
"Asti!"
Aku menoleh dan kemudian baru aku ingat. Dua hari yang lalu Pakde Gito menelponku dari desa, kalau anaknya yang paling bontot akan pindah sekolah ke Jakarta.

Cerpen Lucu "Cerita Seru Dari Bu Ayu"

Selesailah sudah seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester 1. Hari ini tampak kesibukan di ruang Guru. Setiap wali kelas mengecek kelengkapan nilai-nilai  mata pelajaran anak-anak walinya. Bu Ningsih sebagai salah satu seorang panitia UAS, masih sibuk melayani siswa yang ujian susulan.
"Des, sini sebentar! Bantu ibu ambilkan rapor di Bu Yayah, di ruang TU, ya!" kata Bu Sofi. Aku yang sedang berada di dekat meja Bu Ayu, segera menuju ruang TU. Setelah menyerahkan rapor ke Bu Sofi, aku kembali ke meja Bu Ayu melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Kuambil format-format di laci meja Bu Ayu. Format pernyataan tidak menjadi anggota Geng Motor. Setelah kedatangan Pak Polisi yang memberikan pengarahan saat upacara bendera hari senin kemarin, sekolah mengharuskan para siswa membuat pernyataan tidak sedang menjadi anggota geng motor. Setumpuk format pernyataan, kuangkat dengan susah payah, berat juga tumpukan itu. Memang, seluruh siswa, kelas VII, VIII dan IX yang mengumpulkan format pernyataan itu. Tentu saja jadi banyak dan berat.

Obat Sipilis
Obat Raja Singa
Obat Kencing Nanah
Obat Gonore
Obat Herpes
Obat Kutil Kelamin
Obat Jengger Ayam
Obat Kondiloma Akuminata
Obat ketuat kemaluan
Obat panu Kadas kudis
Obat Gatal dan Eksim
Obat Kewanitaan
Obat Keputihan
Obat Perapet Vagina
obat Wasir
obat Ambeien
obat Ambejoss
Obat Kanker Herbal
obat kutil kelamin
Ciri gejala Sipilis
Obat Sipilis